Polisi di Bandara India Diminta Kurangi Tersenyum

Dua polisi berpatroli di sebuah bandara di India. (Foto: AFP)

New Delhi: Polisi di seluruh bandara di India diinstruksikan untuk jangan terlalu sering tersenyum. Pemerintah India menilai keramahan polisi di bandara dapat dipandang sebagai kurang ketatnya pengamanan dan rentan dimanfaatkan pelaku teror.

Pasukan Keamanan Industrial Pusat India (CISF), yang bertanggung jawab atas keselamatan di dunia penerbangan negara tersebut, menginginkan para stafnya untuk “lebih mementingkan kewaspadaan ketimbang bersikap ramah.”

Seperti dilaporkan dari kantor berita Indian Express, kini para polisi di bandara India beralih dari “sistem senyum lebar” menjadi “sistem senyum seadanya.” Otoritas India meyakini terlalu ramah dapat membuat bandara rentan diserang teroris,

Seperti dikutip dari media BBC, Selasa 9 Oktober 2018, Direktur Jenderal CISF Rajesh Ranjan bahkan menyebut salah satu penyebab terjadinya serangan 9/11 di Amerika Serikat adalah “sikap ramah terhadap penumpang yang terlalu berlebihan.”

Ini bukan kali pertama aparat keamanan di India diminta meningkatkan standar kerja atau mengubah perilaku. Juli lalu, Kepolisian Karnataka meminta para petugasnya untuk mengurangi berat badan atau bersiap diberhentikan sementara.

Pada 2004, polisi di Madhya Pradesh dibayar untuk menumbuhkan kumis karena diyakini dapat membuat aparat lebih berwibawa.

Sementara di Nepal, kepolisian menyewa 600 tenaga pengajar pada 2014 untuk mendidik para personelnya agar bersikap lebih ramah.

(WIL)