Bir Berusia 13 Ribu Tahun Ditemukan di Gua Israel

Tim arkeolog meneliti jejak bir di sebuah gua di Israel. (Foto: DANI NADEL/AFP/GETTY)

Haifa: Tim arkeolog menemukan sebuah tempat pengolahan minuman (brewery) tertua di dunia, dan juga residu dari bir berusia sekitar 13 ribu tahun, di sebuah gua dekat Haifa di Israel.

Seperti dikutip dari kantor berita BBC, Sabtu 15 September 2018, tempat minuman itu ditemukan saat tim sedang menyelidiki sebuah tempat penguburan jasad bagi pemburu di era nomadik.

Pembuatan bir selama ini diyakini pertama kali dilakukan manusia sekitar 5.000 tahun lalu.

Namun penemuan terbaru ini mungkin akan mengubah keyakinan tersebut. Penemuan ini juga mengindikasikan bir mungkin bukan sekadar minuman sampingan untuk dikonsumsi bersama roti seperti yang dikira banyak ilmuwan.

Dalam laporan Jurnal Sains Arkeologi edisi Oktober lalu, ilmuwan meyakini bir dibuat sebagai bagian dari hidangan pesta untuk menghormati arwah leluhur.


Bebatuan di gua Raqefet di Israel. (Foto: AFP/Dani Nadel) 

“Penemuan ini mencakup catatan tertua di dunia dari alkohol buatan,” ucap Li Liu, profesor Universitas Stanford yang memimpin tim arkeolog, kepada Stanford News.

Liu mengatakan timnya sedang mencari petunjuk mengenai makanan apa yang dikonsumsi masyarakat Natufian — yang hidup antara era Paleolitik dan Neolitik. Dalam studi ini, ia dan koleganya menemukan jejak alkohol dari bir.

Jejak dari bir kuno ini ditemukan di beberapa bebatuan gua Raqefet di Pegunungan Carmel. Liu mengatakan bir kuno memiliki tekstur mirip bubur, jauh berbeda dari minuman yang dikenal di era modern.

Menurut Liu, bir kuno ini dibuat lewat proses fermentasi, namun kemungkinan kadar alkoholnya lebih rendah dari minuman saat ini.

(WIL)